investasi reksadana BRI

Investasi Reksadana BRI: Jenis, Keuntungan, dan Cara Belinya

Investasi Reksadana BRI: Jenis, Keuntungan, dan Cara Belinya
investasi reksadana BRI

Investasi reksadana BRI menjadi pilihan tepat untuk kamu yang ingin memulai investasi dengan cara yang praktis dan aman. 

Produk investasi reksadana BRI sangat ramah bagi pemula karena menawarkan keamanan yang terjamin dan tidak memerlukan pengelolaan yang rumit.

Jika kamu penasaran bagaimana cara membeli produk ini, yuk simak penjelasannya di bawah ini. 

Apa Itu Investasi Reksadana BRI?

Bagi kamu yang belum familiar, reksadana adalah salah satu instrumen investasi yang kini semakin diminati oleh banyak pemilik modal dan investor. 

Instrumen ini berfungsi sebagai tempat untuk menghimpun dana dari masyarakat, yang kemudian akan dikelola oleh manajer investasi dan diinvestasikan ke dalam portofolio efek.

Dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, reksadana menawarkan sejumlah keunggulan. 

Salah satu keuntungan dari investasi reksadana BRI adalah kemudahan pengelolaannya karena seluruh proses dilakukan oleh manajer investasi, sehingga kamu tidak perlu repot mengurusnya sendiri.

Selain itu, reksadana juga dapat dimulai dengan modal yang relatif kecil, menjadikannya pilihan yang lebih terjangkau bagi banyak orang. 

Reksadana BRI sendiri merupakan layanan yang didukung oleh kerja sama dengan 12 manajemen investasi profesional, sehingga kredibilitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi.

Jenis-jenis Investasi Reksadana di Bank BRI

Sebelum mempelajari cara berinvestasi di bank BRI, penting untuk memahami terlebih dahulu berbagai jenis investasi reksadana yang tersedia di bank ini.

Bank BRI menyediakan beragam jenis investasi reksadana yang dikelola oleh sejumlah perusahaan manajer investasi terkemuka, seperti:

  • PT Schroders Investment Management Indonesia
  • PT BNP Paribas Investment Partners
  • PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
  • PT Danareksa Investment Management
  • PT Bahana TCW Investment
  • PT Trimegah Assets Management
  • PT Kresna Assets Management
  • PT Henan Putihrai Asset Management

Berikut adalah beberapa jenis reksadana yang ditawarkan:

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang merupakan jenis investasi di mana 100% modal ditempatkan pada produk pasar uang. Investasi ini dapat dilakukan melalui obligasi, sertifikat Bank Indonesia, atau deposito. 

Jenis reksadana ini sangat cocok bagi kamu yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek, dengan potensi keuntungan sekitar 6-8% per tahun.

Kelebihan utama dari reksadana pasar uang adalah likuiditasnya yang tinggi, memungkinkan pencairan dana kapan saja dengan mudah. Selain itu, kamu tidak akan dikenakan biaya pembelian maupun penjualan.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap mengalokasikan dana investasi pada obligasi dan surat utang. Jenis ini sangat cocok bagi kamu yang mengutamakan stabilitas modal sekaligus mengharapkan tingkat pengembalian yang menjanjikan. 

Namun, kinerja reksadana ini sangat dipengaruhi oleh perubahan suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

3. Reksadana Saham

Reksadana saham merupakan pilihan ideal bagi kamu yang memiliki profil risiko agresif dan berencana untuk berinvestasi dalam jangka panjang. 

Jenis reksadana ini mengalokasikan 80% dari total modal ke saham, sedangkan sisanya ditempatkan pada instrumen dengan risiko lebih rendah, seperti pasar uang atau obligasi.

4. Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah jenis investasi yang menggabungkan berbagai instrumen, seperti pasar uang, obligasi, dan saham. 

Dengan risiko yang relatif moderat, reksadana ini sangat cocok untuk kamu yang ingin berinvestasi dalam jangka panjang tanpa menghadapi fluktuasi yang terlalu besar.

Keuntungan Membeli Reksadana di Bank BRI

Reksadana BRI adalah salah satu pilihan instrumen investasi yang cocok bagi kamu yang baru ingin memulai perjalanan investasi. Layanan ini tidak menetapkan batas minimal investasi, sehingga sangat ramah untuk pemula.

Salah satu keunggulan dari membeli reksadana BRI adalah tersedianya fasilitas Installment Reksadana. Fasilitas ini memungkinkan nasabah untuk menempatkan dana secara rutin ke dalam reksadana, memberikan kemudahan dalam mengelola investasi secara berkala.

Keuntungan utama dari fasilitas ini adalah kemudahan bagi nasabah untuk melakukan top-up secara rutin tanpa perlu melakukan transaksi pembelian (subscription) secara manual.

Dengan adanya sistem autodebet, rekening tabungan nasabah akan terhubung langsung ke akun reksadana. Proses autodebet ini dilakukan berdasarkan jumlah dan tanggal yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga lebih praktis.

Selain mempermudah proses top-up, fasilitas ini juga memberikan kemudahan dalam mencairkan reksadana BRI. Berikut adalah manfaat utama dari fasilitas Installment Plan Reksadana BRI:

  • Membantu memulai investasi sejak dini sekaligus melatih kedisiplinan dalam berinvestasi.
  • Mempermudah transaksi reksadana karena nasabah hanya perlu datang ke Unit Kerja (Uker) BRI satu kali pada awal transaksi.
  • Memberikan fleksibilitas bagi nasabah untuk menentukan jumlah investasi bulanan serta memilih jenis reksadana yang sesuai dengan kebutuhan.
  • Menerapkan konsep dollar cost averaging untuk meminimalkan risiko akibat fluktuasi Nilai Aktiva Bersih (NAB)/unit.
  • Memungkinkan nasabah membandingkan potensi keuntungan antara pembelian secara bertahap dan sekaligus.

Cara Membeli Reksadana di Bank BRI

Pada dasarnya, membeli reksadana BRI adalah proses yang cukup sederhana. Persyaratan yang dibutuhkan pun mudah untuk dipenuhi.

Jika kamu berminat untuk memiliki tabungan investasi melalui bank BRI, berikut langkah-langkahnya:

  • Datangi kantor cabang BRI terdekat yang memiliki izin sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).
  • Siapkan dokumen yang diperlukan, seperti fotokopi kartu identitas, buku tabungan, dan NPWP.
  • Lengkapi formulir aplikasi reksadana, profil risiko nasabah, serta surat pernyataan pemahaman terkait risiko produk investasi.
  • Tentukan pilihan reksadana yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasimu.
  • Isi formulir transaksi layanan investasi yang telah disediakan.
  • Bank BRI akan memproses pembelian reksadana sesuai dengan permohonanmu.
  • Setelah transaksi selesai, kamu akan menerima surat konfirmasi transaksi beserta bukti kepemilikan unit penyertaan yang diterbitkan oleh Bank Kustodian.

Biaya Transaksi dan Fee untuk Membeli Reksadana di Bank BRI

Ketika ingin membeli atau mendaftar reksadana BRI, ada beberapa biaya transaksi dan fee yang perlu diperhatikan oleh nasabah atau investor. Biaya yang akan dikenakan saat berinvestasi reksadana meliputi:

  • Biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee).
  • Biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee).
  • Biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee).
  • Biaya transfer bank yang berkaitan dengan transaksi.

Salah satu keunggulan fasilitas reksadana BRI adalah kemudahan bagi nasabah untuk melakukan top-up secara berkala tanpa perlu melalui transaksi pembelian (subscription) berulang.

Dengan sistem ini, kamu hanya akan dikenakan biaya transaksi di awal, sementara transaksi berikutnya dapat dilakukan tanpa biaya tambahan. Hal ini membuat investasi reksadana Bank BRI menjadi lebih efisien dan praktis bagi nasabah.

Risiko Investasi Reksadana

Investasi reksadana menawarkan berbagai kelebihan dan manfaat yang menarik. Namun, seperti halnya instrumen investasi lainnya, reksadana juga memiliki risiko yang perlu kamu perhatikan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Berikut adalah beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan:

1. Risiko Penurunan Nilai

Salah satu risiko utama dalam investasi reksadana adalah kemungkinan terjadinya penurunan nilai. Nilai reksadana dihitung dari pembagian Nilai Aktiva Bersih (NAB) dengan jumlah unit penyertaan (UP) yang kamu miliki (NAB/UP).

Penurunan nilai ini sangat bergantung pada jenis reksadana yang kamu pilih. Misalnya, reksadana pasar uang cenderung lebih stabil karena portofolio investasinya terdiri dari deposito dan obligasi dengan jangka waktu pendek, sekitar satu tahun. 

Sebaliknya, reksadana saham memiliki risiko penurunan nilai yang lebih tinggi karena harga saham yang cenderung fluktuatif.

2. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas dapat terjadi jika perusahaan manajer investasi terlambat menyediakan dana saat investor ingin mencairkan produk reksadana. 

Meski begitu, berdasarkan peraturan OJK, hasil penjualan reksadana harus ditransfer ke rekening investor paling lambat dalam waktu tujuh hari kerja.

3. Risiko Wanprestasi

Risiko wanprestasi dapat terjadi jika perusahaan manajer investasi gagal memenuhi kewajibannya. 

Sebagai contoh, jika kamu berinvestasi pada produk reksadana yang memiliki obligasi dari perusahaan A, dan perusahaan tersebut tidak mampu membayar kupon atau melunasi modal pokok nasabah, maka hal ini akan berdampak langsung pada kinerja produk reksadana.

4. Risiko Ekonomi dan Politik

Perubahan kebijakan ekonomi dan politik juga dapat menjadi risiko yang perlu diwaspadai saat berinvestasi reksadana. 

Perubahan dalam kebijakan pemerintah atau kondisi ekonomi dapat mempengaruhi kinerja produk dan portofolio efek yang ada dalam reksadana yang kamu pilih. Hal ini bisa berdampak pada hasil investasi yang kamu harapkan.

FAQ

1. Berapa minimal dana untuk membeli reksadana BRI?

Investasi reksadana Bank BRI dapat dimulai dengan modal mulai dari sekitar 100 ribu rupiah. Bahkan, ada beberapa agen atau broker reksadana yang memungkinkan kamu untuk memulai dengan dana hanya sekitar 10 ribu rupiah.

2. Bagaimana cara mencairkan reksadana BRI?

Reksadana BRI memiliki likuiditas yang tinggi, sehingga kamu bisa mencairkan dana kapan saja sesuai kebutuhan. Proses pencairan reksadana BRI juga relatif cepat, dengan batasan maksimal pencairan yang ditetapkan oleh OJK yaitu dalam waktu 7 hari kerja.

3. Asuransi yang cocok untuk investor reksadana

Agar investasi reksadana di bank BRI lebih aman, sebaiknya kamu memiliki proteksi tambahan seperti asuransi jiwa atau asuransi kesehatan. Beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan memiliki asuransi ini antara lain:

  • Manfaat biaya rawat inap
  • Manfaat biaya perawatan jalan
  • Manfaat untuk tindakan pembedahan
  • Manfaat untuk melakukan medical check-up
  • Manfaat biaya melahirkan
  • Manfaat perawatan kesehatan mata dan gigi

Sebagai penutup, dengan berbagai keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan, investasi reksadana BRI bisa menjadi pilihan tepat untuk memulai perjalanan investasi kamu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index