Apa Itu Nasdaq: Sejarah dan Bedanya dengan Pasar Saham Lain

Rabu, 26 Februari 2025 | 17:43:17 WIB
apa itu Nasdaq

Apa itu Nasdaq? Memahami hal ini sangat penting jika kamu berencana untuk terlibat dalam dunia investasi.

Bagi para investor berpengalaman, istilah Nasdaq tentu sudah tidak asing lagi. Nasdaq merupakan salah satu bursa saham utama yang mencakup sejumlah indeks saham besar.

Dahulu, aktivitas investasi dilakukan dengan cara mendatangi langsung kantor bursa efek untuk melakukan transaksi. 

Namun, Nasdaq menjadi pelopor dalam mengembangkan sistem transaksi investasi dan perdagangan secara online menggunakan perangkat elektronik.
Sekarang, setelah mengetahui apa itu Nasdaq, mari kita bahas lebih lanjut tentang peran dan pengaruhnya dalam dunia pasar saham.

Apa Itu Nasdaq?

Apa itu Nasdaq? Nasdaq merupakan bursa efek elektronik tertua di dunia, yang dikenal dengan perdagangan saham perusahaan-perusahaan besar dan inovatif, seperti Apple, Microsoft, Amazon, Facebook, dan Google.

Didirikan pada tahun 1971, Nasdaq hadir sebagai alternatif untuk bursa saham tradisional seperti New York Stock Exchange (NYSE). Saat ini, Nasdaq menjadi bursa saham terbesar di Amerika Serikat, dengan nama resmi Nasdaq Stock Market.

Meskipun lebih dikenal dengan saham-saham teknologi, Nasdaq juga memperdagangkan saham dari berbagai sektor lain, seperti ritel dan restoran. 

Di tingkat global, Nasdaq diakui sebagai pasar saham yang canggih dan sering digunakan sebagai acuan kinerja pasar saham.

Salah satu keunggulan Nasdaq adalah sistemnya yang dirancang untuk memfasilitasi transaksi saham dalam jumlah besar dengan kecepatan dan akurasi yang tinggi. 

Sebagai bursa saham elektronik, Nasdaq memungkinkan investor untuk membeli dan menjual saham secara online melalui broker, sambil memberikan akses informasi secara real-time untuk membantu analisis dan pengambilan keputusan investasi.

Sejarah di Balik Nasdaq

Meski sudah memahami tentang Nasdaq, rasanya belum lengkap jika belum mempelajari sejarah di balik berdirinya bursa efek terbesar dan tertua di dunia ini.

Nasdaq didirikan pada tahun 1971 oleh National Association of Securities Dealers (NASD) sebagai alternatif bagi bursa saham tradisional seperti New York Stock Exchange (NYSE).

Sebelum bertransformasi menjadi bursa saham elektronik yang dapat diperdagangkan secara online, Nasdaq awalnya merupakan pasar saham over-the-counter (OTC) yang menghubungkan sejumlah dealer untuk melakukan transaksi saham.

Pada awalnya, transaksi saham dilakukan melalui telepon dan jaringan komunikasi elektronik lainnya. 

Namun, pada tahun 1981, Nasdaq melakukan inovasi dengan meluncurkan sistem perdagangan komputer pertama yang memungkinkan transaksi saham dilakukan secara elektronik tanpa perlu menelepon terlebih dahulu.

Pada tahun 1985, Nasdaq memperkenalkan Nasdaq 100 Index, yang mencatatkan 100 perusahaan teknologi terbesar yang terdaftar di bursa tersebut. 

Kemudian, pada tahun 1998, Nasdaq memperluas jangkauannya dengan mengakuisisi American Stock Exchange (AMEX), yang kemudian berubah menjadi NYSE American.

Seiring dengan kemajuan teknologi, Nasdaq terus mengembangkan platform investasi online-nya dan menjadi pemimpin dalam sektor perdagangan saham elektronik. Pada tahun 2002, Nasdaq menciptakan divisi baru untuk perdagangan derivatif.

Pada tahun 2007, Nasdaq resmi bergabung dengan Bursa Efek Stockholm untuk membentuk Nasdaq OMX Group, yang selanjutnya mengakuisisi Bursa Efek Helsinki, Kopenhagen, dan Islandia.

Setiap tahunnya, Nasdaq terus berinovasi dan memberikan perkembangan yang menguntungkan bagi investor serta perusahaan yang terdaftar di bursa ini. Bahkan, hingga tahun 2021, lebih dari 3.000 perusahaan tercatat di Nasdaq.

Mengenal Nasdaq 100

Sebelumnya, telah dibahas bahwa Nasdaq memiliki sebuah indeks saham khusus yang disebut Nasdaq 100, yang terdiri dari 100 perusahaan teknologi terbesar dan terkemuka.

Indeks ini mencakup perusahaan-perusahaan dengan penjualan dan reputasi terbaik, seperti Apple, Microsoft, Amazon, Facebook, dan Google. 

Untuk mengukur kinerja pasar saham, Nasdaq 100 mengandalkan reputasi dan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang terdaftar di dalamnya.

Perhitungan Nasdaq 100 didasarkan pada kapitalisasi pasar 100 perusahaan yang ada dalam indeks tersebut. 

Indeks ini memiliki bobot kapitalisasi pasar yang cukup signifikan, yang berarti perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar akan memiliki pengaruh besar terhadap kinerja indeks.

Oleh karena itu, Nasdaq 100 diperbarui setiap enam bulan untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang terdaftar adalah yang terbesar dan paling terkenal di pasar saham teknologi saat ini. 

Meskipun sebagian besar perusahaan dalam indeks ini berasal dari sektor teknologi, Nasdaq 100 juga mencakup perusahaan dari sektor lain, seperti kesehatan, konsumsi, dan sektor non-keuangan lainnya.

Indeks ini juga mencakup beberapa perusahaan asing yang terdaftar di Nasdaq. 

Seiring dengan meningkatnya popularitas teknologi dan perusahaan inovatif, Nasdaq 100 telah menjadi salah satu indeks saham dengan pertumbuhan tercepat dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, karena mayoritas perusahaan yang terdaftar di Nasdaq 100 adalah perusahaan teknologi besar, indeks ini bisa mengalami volatilitas tinggi pada waktu tertentu.

Perbedaan Nasdaq 100 dengan NYSE

Nasdaq dan New York Stock Exchange (NYSE) adalah dua bursa saham terbesar di Amerika Serikat. 

Meskipun keduanya menyediakan platform untuk perdagangan saham, ada beberapa perbedaan utama antara Nasdaq dan NYSE. Berikut ini adalah ulasan selengkapnya:

1. Struktur

Nasdaq merupakan pasar saham elektronik, yang berarti seluruh transaksi saham dilakukan secara online atau elektronik. 

Di sisi lain, NYSE adalah pasar saham fisik, di mana transaksi dan proses perdagangan saham dilakukan secara langsung dengan mengunjungi konter di gedung bursa saham.

2. Jenis perusahaan

Mayoritas perusahaan yang terdaftar di Nasdaq adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan inovasi. 

Sementara itu, NYSE lebih banyak mencatatkan perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor-sektor tradisional seperti energi, keuangan, manufaktur, dan lainnya.

3. Kapitalisasi pasar

Meskipun Nasdaq memiliki kapitalisasi pasar yang lebih kecil dibandingkan NYSE, nilai rata-rata perusahaan yang terdaftar di Nasdaq cenderung lebih tinggi. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan teknologi besar yang terdaftar di Nasdaq.

4. Metode penetapan harga

Nasdaq menggunakan sistem penetapan harga yang lebih dinamis dan canggih, dengan metode penetapan harga pasar dan limit. Sebaliknya, NYSE menggunakan metode penetapan harga melalui proses lelang.

Meskipun terdapat perbedaan yang jelas antara Nasdaq dan NYSE, keduanya tetap memiliki peran yang sangat penting dalam pasar saham, terutama di Amerika Serikat.

Selain itu, Nasdaq juga memiliki indeks lain yang disebut Nasdaq Composite, yang mencakup semua perusahaan yang terdaftar di Nasdaq dan sering digunakan oleh investor untuk menilai kinerja saham secara keseluruhan.

Perbedaan NASDAQ dengan Pasar Saham Lainnya

Meskipun terletak di New York, NASDAQ memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan dengan bursa saham lainnya seperti NYSE, Dow Jones, dan S&P 500. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan tersebut:

1. Dow Jones

Seperti NYSE, Dow Jones juga mencakup berbagai sektor, bukan hanya fokus pada teknologi. Namun, Dow Jones hanya terdiri dari 30 perusahaan yang dipilih untuk indeksnya, berbeda dengan NASDAQ yang memiliki lebih dari 3.000 perusahaan terdaftar.

Hal ini disebabkan oleh tujuan pendirinya, Dow, yang ingin mengukur kinerja industri pasar saham Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam Dow Jones merupakan gabungan dari indeks NASDAQ dan NYSE. 

Selain itu, perhitungan Dow Jones berbeda dengan NASDAQ dan NYSE. Dalam Dow Jones, perusahaan dengan bobot kapitalisasi terbesar memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap pergerakan indeks di akhir perdagangan.

2. S&P 500

Seperti namanya, indeks S&P 500 terdiri dari 500 perusahaan yang terdaftar. Nama S&P berasal dari divisi dalam McGraw Hill, sebuah perusahaan pembelajaran di Amerika Serikat: Standard & Poor’s. 

Indeks ini mencakup perusahaan-perusahaan dari berbagai sektor, serupa dengan NYSE dan Dow Jones, namun tidak didominasi oleh perusahaan-perusahaan teknologi atau elektronik.

Sebagai penutup, memahami apa itu Nasdaq memberikan wawasan penting bagi siapa saja yang tertarik berinvestasi di pasar saham, terutama dalam sektor teknologi yang berkembang pesat.

Terkini