Cara mengumpulkan dana darurat adalah langkah penting yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi situasi tak terduga.
Menyiapkan dana darurat membantu kita untuk mengurangi dampak finansial ketika hal buruk terjadi. Sayangnya, masih banyak orang yang belum tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengumpulkan dana darurat.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui beberapa cara yang bisa dilakukan agar kita lebih siap menghadapi risiko finansial di masa depan.
Dengan memahami cara mengumpulkan dana darurat, kamu akan lebih tenang dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang datang.
Apa Itu Dana Darurat?
Sebelum membahas cara untuk mengumpulkan dana darurat, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu dana darurat. Dana darurat adalah uang yang disisihkan untuk kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi tanpa perencanaan sebelumnya.
Setiap orang pasti memiliki berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi secara rutin, namun ada kalanya muncul kebutuhan yang sifatnya mendesak dan tidak dapat ditunda. Secara umum, kondisi darurat yang memerlukan dana darurat bisa sangat beragam.
Setiap orang mungkin memiliki pengalaman yang berbeda, namun pada dasarnya, kondisi darurat adalah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba dan tidak terduga, sehingga tidak termasuk dalam anggaran yang telah disusun sebelumnya.
Inilah yang sering membuat banyak orang merasa terbebani. Contoh pengeluaran darurat termasuk biaya pengobatan, renovasi plafon, atau perbaikan kendaraan.
Jumlah uang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan darurat ini bisa bervariasi, baik besar maupun kecil, sehingga sangat penting untuk mempersiapkan dana darurat sejak awal.
Cara Mempersiapkan Dana Darurat
Untuk mempersiapkan dana darurat, ada beberapa langkah yang perlu kamu lakukan:
1. Memeriksa dan memahami kondisi keuangan
Mulailah dengan mengetahui penghasilan dan pengeluaran bulananmu. Ini penting agar kamu bisa melihat seberapa besar kemampuanmu untuk menyisihkan dana darurat.
2. Mencatat penghasilan dan pengeluaran rutin
Catat semua penghasilan dan pengeluaran yang terjadi setiap bulan. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah mengelola keuangan dan mengetahui berapa banyak yang bisa dialokasikan untuk dana darurat.
3. Menyusun anggaran keuangan
Buat anggaran yang mencakup pengeluaran rutin, tabungan, dan investasi. Dengan anggaran yang jelas, kamu akan lebih mudah mengatur keuangan dan menentukan seberapa banyak yang bisa disisihkan untuk dana darurat.
4. Menentukan jumlah dana darurat
Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda, jadi penting untuk menghitung jumlah dana darurat yang sesuai dengan kebutuhanmu. Setelah menentukan anggaran keuangan, kamu bisa menetapkan target nominal dana darurat yang ingin kamu capai.
Cara Mengumpulkan Dana Darurat
Setelah memahami pentingnya dana darurat dalam kehidupan, saatnya bagi kamu untuk mengetahui cara mengumpulkan dana darurat dengan efektif.
Mengumpulkan dana darurat yang baik akan membantu kamu menyiapkannya tanpa mengganggu kebutuhan utama lainnya. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu ikuti untuk mengumpulkan dana darurat dengan cara yang tepat.
1. Tentukan Besaran Dana Darurat yang Dibutuhkan
Langkah pertama dalam mengumpulkan dana darurat adalah dengan menghitung jumlah dana yang kamu perlukan.
Setiap individu memiliki kebutuhan dana darurat yang berbeda-beda, sehingga penting untuk menentukan besaran dana yang sesuai dengan situasi dan kondisi kamu.
Beberapa faktor yang memengaruhi jumlah dana darurat antara lain penghasilan dan pengeluaran bulanan, serta kebiasaan hidup yang kamu jalani.
Misalnya, jika kamu sering bepergian menggunakan motor atau memiliki aktivitas tertentu seperti bermain badminton, maka hal tersebut dapat memengaruhi jumlah dana darurat yang perlu disiapkan, karena aktivitas tersebut berpotensi menyebabkan kejadian tak terduga.
Meskipun kamu tidak dapat memastikan jumlah dana darurat yang tepat, dengan perhitungan yang matang, kamu dapat mempersiapkannya dengan lebih baik.
Perhitungan ini memberikan estimasi yang mendekati kebutuhan dana darurat yang akan kamu miliki, serta membantu menentukan berapa banyak uang yang perlu disisihkan setiap bulan tanpa mengganggu kebutuhan utama.
2. Tentukan Waktu yang Tepat untuk Mengumpulkan Dana Darurat
Langkah kedua adalah menetapkan target waktu untuk mengumpulkan dana darurat. Setelah mengetahui jumlah dana yang perlu dikumpulkan, langkah berikutnya adalah menentukan jangka waktu yang realistis untuk mencapainya.
Jika kamu belum memiliki dana darurat sama sekali, kamu perlu memulai dari awal dan memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya.
Jangka waktu ini akan sangat dipengaruhi oleh besaran penghasilan yang kamu terima, di mana semakin besar penghasilan, semakin cepat pula waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan dana darurat.
Meskipun penting untuk segera memiliki dana darurat, pastikan kebutuhan primer kamu tetap terjaga. Jangan sampai proses pengumpulan dana darurat mengorbankan kenyamanan hidup kamu.
Tentukan waktu pengumpulan yang sesuai agar kamu tetap bisa menjalani hidup dengan nyaman, sambil menabung untuk dana darurat yang dibutuhkan.
3. Pisahkan Rekening untuk Dana Darurat
Langkah ketiga dalam mengumpulkan dana darurat adalah dengan memisahkan rekening dana darurat dari rekening utama yang biasa digunakan untuk transaksi sehari-hari.
Jika kamu tidak memisahkannya, akan sulit untuk mencapai target dana darurat, terutama jika rekening tersebut mudah diakses.
Buatlah rekening khusus untuk dana darurat yang tidak mudah diakses. Setorkan dana secara berkala ke rekening tersebut dan pastikan untuk tidak menggunakannya untuk kebutuhan lain.
Ingat, dana darurat ini disiapkan untuk kebutuhan mendesak, jadi jangan gunakan untuk hal-hal yang tidak penting.
Walaupun menyimpan dana darurat di deposito terdengar menarik karena bisa menghasilkan bunga, sebaiknya hindari hal ini.
Menyimpan dana darurat di deposito akan membuat kamu kesulitan mengaksesnya ketika diperlukan, dan jika kamu menariknya sebelum jatuh tempo, kamu tidak akan mendapatkan bunga.
Jadi, lebih baik simpan dana darurat di rekening yang mudah diakses, tetapi tetap terpisah dari rekening reguler.
4. Sisihkan Uang untuk Dana Darurat Setiap Bulan
Langkah berikutnya adalah menyisihkan sejumlah uang setiap bulan untuk dana darurat. Agar proses menabung berjalan lancar, pastikan kamu mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dan menyisihkan uang tersebut untuk dana darurat.
Jika kamu merasa sulit mengurangi pengeluaran secara drastis, cobalah untuk langsung menyisihkan sejumlah uang untuk dana darurat di awal bulan.
Dengan cara ini, kamu akan menghindari penggunaan uang yang seharusnya untuk dana darurat, dan dana darurat kamu bisa terkumpul sesuai dengan target yang sudah ditentukan.
Menyisihkan uang setiap bulan juga akan memudahkan kamu karena tidak perlu repot menghitung jumlah uang yang harus disisihkan di akhir bulan.
Tentukan jumlah yang sesuai dengan kemampuan finansialmu agar tidak terasa terlalu berat, dan kamu tetap bisa menabung dengan konsisten hingga mencapai target dana darurat yang telah kamu rencanakan.
5. Manfaatkan Fitur Auto-Debet
Langkah kelima untuk mengumpulkan dana darurat adalah dengan memanfaatkan fitur auto-debet yang disediakan oleh bank. Selain menyisihkan uang secara manual, kamu bisa memanfaatkan fitur ini agar lebih disiplin dalam menabung untuk dana darurat.
Dengan auto-debet, dana akan otomatis dipindahkan ke rekening dana darurat sesuai dengan jadwal yang sudah kamu tentukan, sehingga kamu tidak perlu repot-repot melakukannya sendiri.
Penggunaan fitur auto-debet juga mengurangi godaan untuk menggunakan uang yang seharusnya ditabung. Dengan cara ini, kamu bisa lebih konsisten menabung tanpa harus khawatir tergoda untuk menggunakannya untuk kebutuhan lain.
Pastikan untuk memanfaatkan fitur ini agar pengumpulan dana darurat lebih mudah dan teratur.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua bank menyediakan fitur auto-debet, jadi pastikan untuk memeriksa dengan bank kamu apakah fitur ini tersedia.
6. Proteksi Diri dengan Asuransi
Langkah keenam dalam mengumpulkan dana darurat adalah dengan memproteksi diri menggunakan asuransi.
Dana darurat berfungsi untuk memenuhi kebutuhan mendesak yang tidak terduga, namun terkadang, kebutuhan darurat bisa melebihi jumlah dana yang sudah disiapkan. Dalam situasi seperti ini, asuransi dapat memberikan perlindungan tambahan.
Meski dana darurat sangat penting, tidak ada salahnya untuk memiliki asuransi sebagai cadangan. Dengan asuransi, kamu bisa mendapatkan perlindungan tambahan yang membantu meringankan beban keuangan saat terjadi kondisi darurat yang lebih besar.
Pastikan untuk memilih asuransi dengan premi yang sesuai dengan kemampuan finansialmu, sehingga kamu tetap bisa menabung untuk dana darurat tanpa merasa terbebani.
7. Jadikan Dana Darurat sebagai Prioritas
Langkah terakhir yang perlu kamu lakukan dalam mengumpulkan dana darurat adalah menjadikannya sebagai prioritas utama.
Tentu saja, memenuhi kebutuhan primer seperti makanan, tempat tinggal, dan kesehatan tetap harus menjadi yang utama, namun dengan menjadikan dana darurat sebagai prioritas, kamu akan lebih fokus pada pengumpulan dana ini dan menghindari pengeluaran untuk kebutuhan sekunder atau tersier yang sebenarnya tidak terlalu mendesak.
Dengan menjadikan dana darurat sebagai prioritas, kamu akan lebih disiplin dalam menabung setiap bulannya sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan.
Hal ini juga akan membantu kamu tetap konsisten meskipun ada godaan untuk menggunakan uang untuk keperluan lain yang tidak terlalu penting.
Ingatlah bahwa menjadikan dana darurat sebagai prioritas hanya berlaku selama periode pengumpulannya. Setelah dana darurat terkumpul, kamu bisa kembali menikmati pengeluaran untuk kebutuhan lain tanpa merasa terbebani.
Jumlah Dana Darurat yang Ideal
Besaran dana darurat yang diperlukan setiap individu tentunya bervariasi, tergantung pada profesi, penghasilan, dan gaya hidup masing-masing. Meskipun kamu tidak dapat menentukan jumlah pasti, ada pedoman umum yang dapat diikuti.
Idealnya, dana darurat yang perlu disiapkan adalah antara 6 hingga 12 kali lipat dari pengeluaran bulanan. Besaran ini disesuaikan dengan kondisi individu. Misalnya, jika kamu belum menikah, dana darurat yang ideal adalah 6 kali lipat dari penghasilan bulananmu.
Jika sudah menikah, jumlah yang disarankan adalah 9 kali pengeluaran bulanan, dan jika sudah memiliki anak, dana darurat yang ideal adalah 12 kali lipat pengeluaran bulanan.
Angka-angka ini dipilih dengan pertimbangan bahwa jika seseorang kehilangan pekerjaan, memiliki dana darurat sebanyak tiga kali lipat dari pengeluaran bulanan akan cukup untuk bertahan selama tiga bulan.
Namun, jika dalam bulan keempat belum ada pekerjaan baru, kondisi keuangan bisa menjadi sangat sulit. Faktor lain seperti usia juga memengaruhi kebutuhan dana darurat, namun perlu diingat untuk tidak menyimpan dana darurat secara berlebihan.
Karena dana darurat biasanya disimpan dalam instrumen keuangan yang aman dan likuid, simpanan tersebut tidak akan memberikan keuntungan yang signifikan. Sebaiknya, dana yang lebih besar dapat dialihkan ke investasi yang menawarkan keuntungan lebih tinggi.
Kondisi yang Memperbolehkan Pemakaian Dana Darurat
Ada beberapa kondisi di mana penggunaan dana darurat memang diperbolehkan, di antaranya:
- Menggunakan dana darurat untuk membayar tagihan yang tidak ditanggung oleh asuransi.
- Menggunakan dana darurat sebagai biaya hidup sementara ketika terjadi bencana alam.
- Menggunakan dana darurat saat kamu terkena PHK atau kehilangan sumber penghasilan, agar kebutuhanmu tetap terpenuhi hingga mendapatkan pekerjaan baru.
- Menggunakan dana darurat untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat kecelakaan.
- Menggunakan dana darurat untuk renovasi rumah yang sifatnya mendesak, seperti perbaikan kebocoran.
Namun, sebelum menggunakan dana darurat, ada beberapa pertanyaan yang perlu kamu jawab terlebih dahulu:
- Apakah kondisi ini benar-benar mendesak dan tidak bisa diperkirakan sebelumnya?
- Apakah ini adalah kebutuhan yang harus dipenuhi?
- Apakah kamu harus segera mengeluarkan dana tersebut?
- Apakah kondisi ini akan mengganggu kehidupanmu?
Jika jawaban untuk semua pertanyaan tersebut adalah "ya", maka kamu bisa menggunakan dana darurat.
Sebagai penutup, dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, kamu bisa lebih mudah memahami cara mengumpulkan dana darurat dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi yang tidak terduga.